MUARO JAMBI -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muaro Jambi menggelar Rapat Paripurna


Dalam paripurna tersebut, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui juru bicaranya, Masito, memberikan sejumlah catatan kritis kepada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.


Mengawali pandangannya, Masito menyampaikan apresiasi atas penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 oleh Bupati.


"Setelah mencermati penyampaian Bupati Muaro Jambi serta membaca dokumen-dokumen pendukung, Fraksi PPP memberikan beberapa catatan penting," ujar Masito, Senin (13/07/2026).




Catatan pertama yang disorot PPP adalah soal Pendapatan Asli Daerah (PAD). Fraksi PPP menilai realisasi PAD Muaro Jambi masih perlu digenjot lebih serius.


"Kami mendorong Pemkab untuk serius menggenjot pajak daerah, retribusi, dan penguatan BUMD. Harus berpikir out of the box. Jangan jalan di tempat. Cari kiat baru bagaimana PAD bisa naik," tegas Masito.


Menurutnya, ketergantungan pada dana transfer pusat harus mulai dikurangi dengan inovasi pendapatan daerah.



Selanjutnya, PPP meminta realisasi belanja daerah benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat. Fraksi PPP mendorong Pemkab melakukan efisiensi pada belanja yang tidak produktif.


Anggaran tersebut, kata Masito, sebaiknya dialihkan ke sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan UMKM.


Tak hanya itu, PPP juga meminta Pemkab menjelaskan secara rinci penyebab terjadinya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).


"SiLPA jangan hanya jadi angka. Gunakan untuk program yang berdampak langsung kepada masyarakat pada tahun anggaran berikutnya," pintanya.


Di akhir pandangannya, Fraksi PPP mengapresiasi capaian Pemkab Muaro Jambi yang kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.


"Namun keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari opini WTP. Yang lebih penting adalah, apakah APBD sudah meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau belum," kata Masito.


Ia juga meminta seluruh catatan dan rekomendasi dari BPK RI ditindaklanjuti secara tuntas agar tidak menjadi temuan berulang.


"Temuan yang sudah dikembalikan harus jadi pelajaran. Jangan sampai terulang di tahun berikutnya," tutupnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fraksi Perindo Berikan Apresiasi Kepada Pemkab Atas Penyampaian Ranperda

Ketua DPRD Aidi Hatta Sambuat Baik Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi

Purn Tugas Ucok Lubis Dapat Apresiasi Penuh Dari Ketua Fraksi PAN DPRD